Untuk menentukan tanggal 1 Syawal 1428 H kemarin, pihak pemerintah dalam hal ini Departemen Agama bekerjasama dengan Departemen Komunikasi dan Informasi melakukan proses rukyat secara live di 6 titik di Indonesia. Aceh, Bandung, Semarang, Surabaya, Makassar dan Kupang. Untuk support teknis network di Surabaya dan Makassar temen2 dari ICTS ITS diminta untuk membantu,
Kebetulan saya ditugaskan sebagai tim teknis networking di Makassar (biasa orang asli Makassar, sekalian mudik :p
. Proses rukyatnya dilakukan tanggal 11-12 Okt 2007 di puncak Mall GTC, Pantai Losari Makassar. Sekedar informasi untuk rukyat ini memanfaatkan perangkap teleskop untuk menangkap obyek bulan, hasilnya dimasukkan ke kamera digital yang kemudian di masukkan ke laptop yang akhirnya distreaming ke server ITB.
Tiba di Kota Makassar tanggal 10 Oktober Jam 11.30, langsung menuju rumah dulu, istirahat. Sambil koordinasi dengan Andang dan Fauzi dari Astronomi ITB (Bosscha) dan pihak Telkom untuk testing koneksi di GTC. Jam 3 berangkat menuju penginapan temen2 bosscha, trus bareng pihak Depag kami ke GTC. Sampai di GTC langsung melakukan testing, alhamdulillah linknya lancar jaya. Selesai testing Pak Amin dari Depag ngajak ngabuburit, ya udah langsung aja kita cabut dari GTC bwat nyari buka. Moga-moga besok lancar.
Hari pertama, kondisinya agak gerimis jadi menyusahkan kami untuk memasang perangkat karena hampir semua perangkat yang digunakan rentan terhadap air, ya sudah terpaksa prosesnya dilakukan di dalam mobil
. Agak sorean gerimisnya berkurang, Andang mulai mencoba memasang teropong tapi tetep dipayungi.
Gambar yang dikirim sih masih tetap gelap karena berawan tebal, alhasil sampai matahari terbenam kami tetap tidak bisa menngirim gambar yang memuaskan karena masih tertutupi awan. Tapi memang berdasarkan data harusnya hari ini hilalnya masih belum bisa terlihat karena posisi bulan masih sangat tipis di atas matahari sehingga masih terhalang oleh matahari. Selesai acara langsung berangkat nyari buka puasa,
hari pertama ngk seberapa sukses ![]()
Hari kedua, kondisinya cerah. Sip, moga2 hari ini hilalnya bisa terlihat. Berangkat ke sitenya sekitar setengah empat. Sampai di site Andang sama Fauzi mempersiapkan teropong dan kamera digitalnya, saya melakukan testing koneksi dengan streaming gambar seadanya, sip lancar ngk ada masalah. Sekitar setengah jaman temen2 bosscha ngeliat gambar dari kamera digitalnya kok agak aneh, gambarnya ngk tepat ditengah frame teropong. Ya udah perbaikan posisi kamera, utak-atik beberapa lama ketahuan kalo emang mataharinya ngk tepat ditengah teropong, berhubung posisi matahari merupakan titik krusial menentukan posisi bulan akhirnya teropongnya ikut di utak-atik. Eh ternyata teropongnya yang error yang bikin temen2 bosscha bingung, gimana ngk bingung belum pernah ketemu error yang kayak gitu, bahkan nelpon koordinator bosscha dibandungpun sama bingungnya. Ya udah daripada ngk ngirim gambar sama sekali saya putuskan untuk ngirim gambar langsung dari kamera digital dulu, sementara Andang sama Fauzi berkutat ama teropongnya. Kembali lagi hari kedua ngk sukses gara-gara masalah teknis, hufff ya udah Dang, Zi kita buka aja, nasib ![]()
Habis buka, salam-salaman sama Andang, Fauzi dan Pak Amin. Saya langsung balik ke rumah, temen2 bosscha diantar Pak Amin ke penginapan, 2 hari proses pengamtan hilal sudah selesai terima kasih bwat temen-temen yang telah membantu demi berlangsungnya acara ini. Pak Amin dari Depag Sul-Sel yang telah bersedia mengantar kami keliling, Pak Alit dan Pak Amrullah dari Telkom yang bersedia menyiapkan koneksi internet di GTC, Mas Fauzi dan Mas Andang dari Astronomi ITB (Bosscha) yang menjadi ahli teropong kita, dan pihak-pihak yang terlibat tapi tidak bisa saya sebutkan satu-satu ( tidak bisa ato lupa ya
), moga-moga kita bisa bekerjasam di lain kesempatan. siap-siap besok salat Id ![]()
Tim Hilal Makassar, Depag Sul-Sel, Telkom dan beberapa temen dari Ormas Islam di Makassar

Entries (RSS)